Tampilkan postingan dengan label hikmah berpuasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah berpuasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

BAZAR RAMADHAN DI THAILAND?? NO WAY!!!

Berpuasa di negara dengan minoritas muslim tentunya mempunyai cerita menarik tersendiri. Menariknya adalah kamu akan menghadapi lebih banyak cabaran dan godaan dibanding berpuasa di negara sendiri (tanah air Indonesia, Aceh khususnya yang kental sekali nuansa Ramadhan nya). Kamu akan mendapati semua warung makan pasti akan buka disepanjang jalan bahkan warung makan halal pun ikut buka dan menjual makanan disiang hari. Nah lho.. Benar-benar menggoda iman. Kalo di negara kita udah dirazia tuh warung. Terus jadi viral.  hehehe...

Pertanyaannya, gimana sih suasana berpuasa di Kecamatan Papayom Kabupaten Phattalung, Thailand yang notabene mayoritas penduduknya beragama Budha? Yah, banyak juga godaannya. Walau pun warung makan berlabel halal bisa mudah didapat didaerah ini, tapi ya kan bosen juga makan diluar terus.
Salah satu warung makan dengan label Halal

Nasi biryani dengan lauk ayam goreng dan thai sauce

Akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk memasak sendiri. Nah, untuk masak sendiri juga luar biasa mencabarnya. Bayangin aja pergi belanja bahan dapur di pasar tradisional yang penjualnya kebanyakan emak-emak. Mereka gak ngerti ngomong Bahasa Inggris dan kami gak ngerti sama sekali ngomong Thai. Udah aja kayak badut dengan gasture yang lentur mendemonstrasikan apa yang kami mau. 

Sebenarnya bisa aja ngandelin google translate. Tapi kadang-kadang aplikasi ini ngaco banget ngleuarin hasil terjemahannya. Emak-emak tadi jadi makin bingung. Dan satu-satunya yang bisa kamu andelin adalah aplikasi Simply Learning Thai dari ponsel pintar. At least kamu tau angka biar ngerti harga barangnya berapa. 

Berpuasa di Thailand suasananya jauh berbeda dengan berpuasa di Aceh. Gak ada bazar Ramadhan atau pasar dadakan sepanjang jalan yang menjual takjil aneka ragam kue dan kolak. Gak ada yang begituan. So, disinilah eksperimen buat kue sendiri dilakukan. Enak gak enak yang penting buatan sendiri (sebenarnya yang jadi chef adalah sikawan). Masak juga dengan resep kreasi sendiri disesuaikan dengan bahan dapur yang ada.